Selasa, 19 Oktober 2021

Kenaikan Pangkat Luar Biasa Untuk Awak Nanggala, Simak Dasarnya

26 April 2021
Pemakaman secara militer prajurit TNI AL (Foto : DIspenal)

Jangkauan-Jakarta. Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memberikan penghargaan kenaikan pangkat dan Bintang Jalasena kepada para prajurit TNI KRI Nanggala-402 yang gugur saat menjalankan tugas di perairan utara Pulau Bali. Demikian dinyatakan Presiden dalam keterangan pers di Istana Merdeka, Provinsi DKI Jakarta, Senin (26/04/2021) seperti dilansir dari laman setkab.go.id.

Pemberian kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi dari pangkat sebelumnya kepada prajurit yang gugur dalam tugas bukan kali pertama terjadi di jajaran TNI.  Penganugerahan kenaikan pangkat kepada mereka yang gugur dalam tugas ini didasarkan pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2010 Tentang Administrasi Prajurit Tentara Nasional Indonesia.

Di dalam Pasal 27  UU No.39/2010 ini disebutkan Kenaikan pangkat prajurit TNI terdiri atas Kenaikan Pangkat Reguler (KPR) dan Kenaikan Pangkat Khusus (KPK).  Kenaikan pangkat reguler adalah kenaikan pangkat yang diberikan kepada Prajurit pada waktu tertentu yang telah memenuhi persyaratan jabatan dan masa peninjauan pangkat (biasanya diberikan untuk kala waktu April dan Oktober).

Baca Juga : https://www.jangkauan.com/presiden-berikan-penghargaan-kenaikan-pangkat-untuk-53-awak-nanggala/

Sedangkan untuk  Kenaikan Pangkat Khusus (KPK) terdiri atas  Kenaikan Pangkat Penghargaan (KPP) dan Kenaikan Pangkat Luar Biasa  (KPLB).  

Kenaikan Pangkat Penghargaan (KPP) adalah kenaikan pangkat yang diberikan kepada Prajurit paling tinggi sampai Perwira Tinggi bintang dua karena telah melaksanakan pengabdian secara sempurna dan tanpa terputus dengan dedikasi dan prestasi kerja yang tinggi, dengan pangkat efektif terakhir paling cepat 3 (tiga) bulan dan paling lambat 1 (satu) bulan sebelum pensiun.

Kenaikan Pangkat Luar Biasa  (KPLB) adalah kenaikan Pangkat yang diberikan kepada Prajurit dalam melaksanakan tugas secara langsung baik tugas tempur maupun tugas nontempur, dengan pertaruhan jiwa raga dan berjasa melampaui panggilan tugas.  

Baca juga : https://www.jangkauan.com/selama-7-hari-tni-al-naikan-bendera-setengah-tiang/

Melampaui panggilan tugas dalam arti bahwa seorang Prajurit tanpa mempedulikan keselamatan jiwanya melakukan tindakan kepahlawanan demi bangsa dan negara, walaupun tindakan itu tidak dilakukannya ia tidak akan dipersalahkan.

Kenaikan Pangkat Luar Biasa ini terdiri dari :

  • Kenaikan Pangkat Luar Biasa  Operasi Militer Perang (KPLB-OMP) adalah kenaikan pangkat yang diberikan kepada Prajurit dalam melaksanakan tugas pertempuran secara langsung dengan pertaruhan jiwa raga dan berjasa melampaui panggilan tugas.
  • Kenaikan Pangkat Luar Biasa  Operasi Militer Selain Perang (KPLB-OMSP) adalah kenaikan pangkat yang diberikan kepada Prajurit dalam melaksanakan tugas khusus secara langsung, dengan pertaruhan jiwa raga dan berjasa melampaui panggilan tugas. Huruf c Yang dimaksud dengan
  • Kenaikan Pangkat Luar Biasa  Operasi Militer Perang Anumerta (KPLB-OMP-Anm) adalah kenaikan pangkat yang diberikan kepada Prajurit yang gugur atau tewas dalam pertempuran secara langsung dan berjasa melampaui panggilan tugas.
  • Kenaikan Pangkat Luar Biasa Operasi Militer Selain Perang Anumerta (KPLB-OMSP-Anm) adalah kenaikan pangkat yang diberikan kepada Prajurit yang gugur atau tewas dalam melaksanakan tugas operasi militer selain perang secara langsung dan berjasa melampaui panggilan tugas.

Dari gambaran tersebut maka seluruh awak yang berada di KRI Nanggala 402 dimungkinkan akan mendapatkan penghargaan berupa kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi dari pangkat sebelumnya dengan kategori Kenaikan Pangkat Luar Biasa Operasi Militer Selain Perang Anumerta (KPLB-OMSP-Anm).

Semoga bermanfaat ( Jakarta, 26 April 2021).

Lihat juga : https://www.jangkauan.com/inilah-53-awak-kri-nanggala-402-lengkap-dengan-jabatannya/

berita terkait
Komentar
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments