Minggu, 16 Januari 2022

Anak SMA Tewas Dibantai KKB Papua di Distrik Ilaga

16 April 2021
Evakuasi korban Ali Mom, pelajar SMA di Ilaga, yang dibantai KKB (Foto : Satgas Nemangkawi)

Jangkauan-Ilaga.  Lagi-lagi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) memakan korban. Kali ini, Ali Mom, satu pelajar kelas III SMA Negeri 1 Ilaga, tewas dibantai  KKB atau yang lebih dikenal dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM), di Kampung Uloni, Distrik Ilaga Kabupaten Puncak, Kamis (15/4) pagi.

Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Polisi Mathius D Fakhiri mengatakan, korban tewas seketika di lokasi kejadian usai ditembak di kepala dan punggung, serta luka bacok senjata tajam.

Sebelum ditemukan tewas mengenaskan dengan luka tembak di bagian kepala dan punggung serta sabetan senjata tajam, korban sempat mendapatkan telepon misterius dari orang tidak dikenal, Kamis (15/4) pagi.

Baca juga :

https://www.jangkauan.com/kkb-tembak-mati-sopir-ojek-di-distrik-omukia-papua/

https://www.jangkauan.com/tni-polri-kuasai-beoga-setelah-pukul-mundur-kkb-papua/

Seperti dilansir dari sindonews, korban dihubungi orang misterius untuk membawakan rokok dan pinang ke Kampung Uloni Distrik Ilaga Kabupaten Puncak. Namun setibanya di lokasi kejadian menggunakan sepeda motor Jupiter MX, korban langsung ditembak di bagian kepala dan Punggung, bahkan korban pun mendapatkan sebaten senjata tajam, hingga tewas di tempat.

Selain menghabisi korban secara sadis, motor yang dikendarainya pun dibakar di lokasi kejadian. Pihak keluarga yang mendapatkan informasi tersebut langsung mendatangi lokasi kejadian dan mengevakuasi korban ke rumah duka yang beralamat di Jalan Pinggir Kampung Ilambet Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak.

Aparat keamanan sempat membawa korban guna pemeriksaan secara medis di Puskesmas Ilaga usai mendapatkan izin dari pihak keluarga, setelah itu jenazah dikembalikan kepada pihak keluarga.

Diketahui dalam sepekan terakhir aksi dari OPM di Kabupaten Puncak sudah memakan empat korban jiwa, dua orang guru yakni Oktovianus Rayo dan Yonatan Rande, satu tukang ojek bernama Nurdin (41) dan seorang pelajar SMA kelas III Ali Mom. Bahkan sekolah yang menjadi tempat menimbah ilmu bagi anak-anak di Kabupaten Puncak tepatnya di Distrik Beoga pun dibakar hingga tidak tersisa.

Lihat juga :

https://www.jangkauan.com/kkb-papua-kian-mengganas-tni-kirim-tambahan-450-raiders/

https://www.jangkauan.com/2-anggota-kkb-papua-menyerahkan-diri/


berita terkait
Komentar
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments