Sabtu, 27 November 2021

6 Juta Bahan Baku Vaksin Sinovac Tiba di Indonesia

18 April 2021
Kedatangan 6 juta bahan baku vaksin Sinovac di Bandara Suta (Foto : screen shot YouTube Setpres)

Jangkauan-Tangerang. Sebanyak 6 juta bahan baku vaksin Covid-19 buatan perusahaan farmasi asal Cina, Sinovac tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia, Minggu (18/4/2021).

“Hari ini kami mendatangkan 6 juta ball vaksin dari Sinovac Cina yang merupakan bagian dari pengiriman 140 juta ball vaksin yang akan kita terima tahun ini,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dalam sambutannya, yang disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden.

Menurut Budi, ini merupakan kedatangan ketujuh dari Vaksin Sinovac ke Indonesia. Kedatangan sebelumnya terjadi pada 25 Maret 2021 yang membawa 16 juta dosis vaksin untuk diproduksi. Dengan kedatangan 6 juta dosis hari ini, total Indonesia telah memiliki 59,5 juta bahan baku vaksin Sinovac.

“Sudah kita terima 59,5 juta ball vaksin. Akan diproduksi menjadi vaksin sekitar sampai 47 juta dosis,” kata Menkes Budi.

Baca juga :

https://www.jangkauan.com/vaksinasi-covid-19-capai-10-426-740-dosis/

https://www.jangkauan.com/vaksinasi-di-indonesia-tembus-10-juta/

Hingga saat ini, Budi mengatakan sudah ada 22 juta dosis sudah diproduksi oleh Bio Farma. Vaksin-vaksin itu, kata dia, sudah disebar ke semua daerah. Dalam satu bulan ke depan, Budi memprediksi 20 juta vaksin lain bisa diproduksi dengan kedatangan bahan baku hari ini.

“Dengan demikian kita harapkan program vaksinasi di daerah dan seluruh provinsi, kabupaten/kotamadya, bisa berjalan untuk bulan April dan Mei dengan lancar dan juga dengan baik,” katanya.

Dari siaran kedatangan vaksin Sinovac yang ditayangkan di YouTube Sekretariat Presiden, tampak vaksin tersebut dibawa dengan envirotainer dari pesawat ke lokasi penyimpanan sementara di sekitar bandara.

Lihat juga : https://www.jangkauan.com/serbuan-130-000-dosis-vaksin-astrazeneca-untuk-prajurit-tni/

Sebelumnya dalam rapat kerja bersama DPR, Kamis, 8 April 2021, Menkes mengatakan ada 100 juta dosis vaksin Covid-19 yang tidak pasti jadwal kedatangannya ke Indonesia karena kebijakan embargo di beberapa negara.

Budi menjelaskan 100 juta dosis vaksin yang terganggu didatangkan melalui dua mekanisme, yaitu melalui multilateral dengan GAVI sebanyak 54 juta secara gratis. Lalu lewat bilateral melalui Bio Farma dan AstraZeneca sebanyak 50 juta.

Yang pertama kali bermasalah, kata Budi, adalah pengadaan Covax GAVI lantaran ada embargo dari India. Karena suplai vaksin dari India mengalami hambatan, GAVI pun melakukan realokasi. Indonesia yang seharusnya menerima 11 juta vaksin pada Maret-April, hanya mendapat 1 juta sisanya, diundur pada Mei 2021.

Sementara itu 50 juta vaksin melalui mekanisme bilateral, pihak AstraZeneca Indonesia hanya bisa mendatangkan 20 juta dosis di tahun ini. Sedangkan 30 juta sisanya diundur ke 2022.

Lihat juga :

https://www.jangkauan.com/april-2021-bio-farma-selesaikan-produksi-119-juta-dosis-vaksin/

https://www.jangkauan.com/indonesia-sudah-amankan-3295-juta-dosis-vaksin-dari-kebutuhan-426-juta/

berita terkait
Komentar
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments