Minggu, 28 November 2021

46 Anggota Dewan dan Staf DPR Terkonfirmasi Positif Covid-19

17 June 2021
Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia di Jakarta (Foto : Istimewa)

Jangkauan-Jakarta Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI Indra Iskandar menginformasikan sekitar 46 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 di lingkungan DPR. Mereka terdiri dari anggota DPR, Aparatur Sipil Negara (ASN), Tenaga Ahli (TA) dan staf penunjang lainnya di lingkungan DPR.

Namun, kata Indra, jumlah yang dia sebutkan ini belum dilaporkan secara keseluruhan karena Satgas Covid-19 di DPR masih terus melakukan tracing di lingkungan Setjen DPR.

”Saya sampaikan saja kepada teman-teman untuk mulai dari TA itu yang tercatat, ini belum semua yang dilaporkan kepada kami karena sedang ditrace oleh tim satgas Covid kita. Hari ini Tenaga Ahli ada 11 orang, dari PPN terdiri dari pamdal dan tv parlemen ada 7 orang, dari PNS ada 17 orang, kemudian dari yang tercatat sampai hari ini Anggota DPR ada 11 orang,” kata Indra di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (17/6/2021) seperti dilansir dari sindonews. 

Adapun komisi yang membatasi kegiatan fisik, menurut Indra, sejauh ini yang melaporkan untuk membatasi kegiatan fisik atau melakukan penundaan-penundaan rapat hanya Komisi I dan Komisi VIII DPR. Komisi lainnya belum menyampaikan, meskipun sebaran kasus positif itu ada di beberapa komisi lainnya.

Baca juga : https://www.jangkauan.com/corona-17-juni-2021-total-1-950-276-kasus/

https://www.jangkauan.com/presiden-jokowi-tinjau-vaksinasi-pelaku-sektor-jasa-keuangan/

“Komisi lain belum menyampaikan itu walaupun sudah ada kemungkinan untuk keputusan lain. Sebarannya memang ada di beberapa komisi tapi saya belum bisa sampaikan biar nanti keputusan Bamus (Badan Musyawarah) yang sampaikan,” terangnya. 

Menurut Indra, DPR sudah memperketat akses masuk mulai pagi ini, sebagian ASN pun mulai hari ini bekerja dari rumah (work from home/WFH). Siapapun yang hendak masuk akan dicek suhunya, dimintakan identitasnya, dan dilihat urgensinya di DPR. Jika di luar urgensi rapat-rappat dan keperluan yang mengakut Anggota DPR maka akan dibatasi.

Kemudian, sambung dia, wacana yang muncul adalah rapat Komisi dan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) akan dihadiri oleh pimpinan Komisi dan AKD saja, dan anggota sisanya akan mengikuti secara virtual. Namun, hal itu akan disampaikan dan putuskan oleh Pimpinan DPR dan Pimpinan Fraksi DPR melalui Rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPR.

“Jadi saya belum bisa saya sampaikan sekarang. Sore akan disampaikan, diputuskan oleh pimpinan dan fraksi-fraksi di Bamus,” tutur Indra.

Baca juga : https://www.jangkauan.com/presiden-tinjau-vaksinasi-massal-di-pelabuhan-tanjung-emas-semarang/

https://www.jangkauan.com/pemerintah-perbarui-aturan-pelaksanaan-vaksinasi-covid-19/

berita terkait
Komentar
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments