Selasa, 19 Oktober 2021

2 Opsi Bagi Anggota TNI yang Membelot, Kembali atau Terus Diburu

17 April 2021
Pasukan TNI di Papua (Foto: Antara /Iwan Adisaputra)

Jangkauan-Papua. Di tengah gencarnya operasi gabungan TNI-Polri yang tengah mengejar dan memburu Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang semakin mengganas di Papua, terbetik berita yang mengejutkan tentang adanya seorang prajurit TNI yang membelot dan bergabung dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNBP) Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Kabar yang kurang menyenangkan ini dibenarkan TNI. Mereka mengungkap identitas anggotanya yang diduga membelot dan bergabung dengan TPNBP Organisasi Papua Merdeka (OPM) adalah Pratu Lukius Y Matuan, anggota Yon Infanteri 400 Raider.

Baca juga :

https://www.jangkauan.com/kkb-tembak-mati-sopir-ojek-di-distrik-omukia-papua/

“Memang benar saat ini Pratu Lukius yang sebelumnya tergabung dalam Yonif Raider 400 itu bergabung dengan KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata/label yang diberikan kepolisian untuk OPM),” ujar Asisten Operasi Kogabwilhan III Brigjen Suswatyo Jumat malam (16/4/2021) seperti dikutip dari Antara.

Suswatyon menyatakan Lukius sempat ditugaskan di Kabupaten Intan Jaya sejak Agustus 2020 hingga Maret 2021. Lukius diduga telah bergabung dengan OPM pimpinan Sabinus Waker yang beroperasi di wilayah Kabupaten Intan Jaya, Papua.

Brigjen TNI Suswatyo menyatakan Lukius diperkirakan kabur sejak tanggal 12 Februari tanpa membawa senjata, dan saat ini sudah dianggap sebagai pengkhianat dan masuk dalam daftar anggota KKB di Intan Jaya. “Aparat keamanan dipastikan akan melakukan penindakan bila menemukannya,” ujar Brigjen Suswatyo.

Baca juga :

https://www.jangkauan.com/tni-polri-kuasai-beoga-setelah-pukul-mundur-kkb-papua/

Data yang dihimpun menyebutkan Pratu Lukius Matuan merupakan anggota Yonif 410 yang diperbantukan ke Raider 400 dan sama-sama berada di bawah Kodam 4/Diponegoro. Ia dituding banyak berteman dengan akun pro-KKB di dunia maya. 

TNI menyatakan ada dua opsi bagi anggotanya yang membelot, yaitu menyerah dan kembali bergabung dengan NKRI dan membangun Papua, atau terus diburu oleh anggota TNI.

TNI telah melakukan sejumlah langkah demi mengejar dan mempersempit wilayah penyebaran OPM bersama prajurit TNI tersebut untuk melemahkan ruang gerak para OPM. “Kita mempersempit gerak OPM sampai titik terlemah sehingga hanya ada dua pilihan bagi dia,” kata Suriastawa.

Pilihan itu kata dia, pertama menyerah dan kembali bergabung dengan NKRI dan membangun Papua, atau terus diburu oleh anggota TNI. “Kita terus buru, akan dibabat sampai ke akar-akarnya,” kata dia.

Lihat juga :

https://www.jangkauan.com/kkb-papua-kian-mengganas-tni-kirim-tambahan-450-raiders/

https://www.jangkauan.com/2-anggota-kkb-papua-menyerahkan-diri/

berita terkait
Komentar
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments