Sabtu, 27 November 2021

2 Kali Tembakan Peringatan, Bakamla Hentikan Kapal Ikan Vietnam

4 April 2021
Tim VBSS KN Pulau Dana-323 on board di KIA Vietnam (Foto: Humas Bakamla)

Jangkauan-Natuna. Sebuah kapal ikan ilegal berbendera Vietnam yang sedang mencuri ikan di laut Natuna kepergok Kapal Negara (KN) Pulau Dana-323 milik Badan Keamanan Laut (Bakamla), Sabtu (3/4/2021). Kapal kabur namun berhasil ditangkap setelah dilakukan dua kali tembakan peringatan .

“Pengejaran dilakukan, dan tembakan peringatan dilepaskan ke udara. Masih berusaha kabur, tembakan peringatan kedua dilepaskan ke bagian haluan yang terlihat oleh nahkoda. Kapal akhirnya melambat, dan tiga personel tim VBSS berhasil naik ke kapal dan akhirnya kapal dapat dihentikan,” ujar Direktur Operasi Laut Bakamla Laksma Suwito dalam siaran persnya yang diterima Minggu (4/4/2021).

Menurut Suwito, sekira pukul 23.00, KN. Pulau Dana-323 yang sedang melaksanakan patroli Operasi Garda Nusa V Tahun 2021 di wilayah perbatasan Indonesia – Malaysia sektor Barat, mendeteksi adanya 1 Kapal Ikan Asing (KIA) pada kontak radar. Posisi kapal berada pada 8 nautical mile (NM) di dalam garis batas landas kontinen, dan melaju dengan kecepatan 1,5 knot.

Komandan KN. Pulau Dana – 323 Letkol Bakamla Hananto Widhi memastikan aktifitas kapal tersebut. Namun saat didekati, kapal tersebut malah mematikan lampu kapal dan berusaha kabur dengan menambah kecepatan hingga 7 knot. Komandan KN. Pulau Dana-323 akhirnya memerintahkan Tim Visit Board, Search, and Seizure (VBSS) untuk mendekati KIA tersebut dengan menggunakan RHIB. Kapal target tidak kooperatif dan berusaha kabur. Pengejaran dilakukan dan setelah dua kali tembakan peringatan barulah kapal melambat dan tim VBSS berhasil naik ke KIA tersebut.

Dari hasil pemeriksaan awal, kapal tersebut merupakan kapal ikan berbendera Vietnam dengan nomor lambung BD 311xx-TS. Diketahui kapal baru saja berlayar dari Vietnam menuju perairan Indonesia untuk mencari ikan. Tangkapan ikan diketahui sejumlah 25kg, dan palka kapal dipenuhi oleh bongkahan batu es.

Selanjutnya, kapal dan seluruh anak buah kapal (ABK) yang berjumlah enam orang, dikawal dan diamankan menuju Pangkalan Batam guna menjalani proses hukum lebih lanjut.  “Sekali lagi, tindakan ini merupakan bentuk perwujudan Bakamla RI dalam menunjukkan komitmen dan integritas dalam pengamanan perairan dan wilayah yurisdiksi Indonesia,” ujar Suwito.

Sebagaimana salah satu visi dan pokok kebijakan Kepala Bakamla RI Laksamana Madya TNI Aan Kurnia beberapa waktu lalu saat Rapim Bakamla RI 2021, yang menekankan agar Bakamla RI harus bekerja keras untuk menunjukkan komitmen dan integritasnya.

Kehadiran kapal patroli Bakamla RI di wilayah perbatasan merupakan implementasi strategi yang direkomendasikan oleh Bakamla RI kepada Kemenkopolhukam sebagai hasil seminar nasional tentang pengelolaan perbatasan pada akhir tahun 2020 lalu.  

“Menghadapi situasi di wilayah perbatasan membutuhkan sinergi semua pihak untuk dapat mengimplementasikan strategi tersebut yaitu presence at sea, explore/exploit the sea dan trust build by sea”, katanya.

berita terkait
Komentar
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments